About Me Myspace Comments

My Document

Jumat, 04 Maret 2011

Tenang-Tenang, Jodoh Takkan Kemana

”Hai Botak, Hai Botak, Hai Botak...!!” Hanya itu yang ku dengar semenjak berada di Sekolah. Tak ku sangka reaksi teman-teman begitu dahsyat terhadap perubahan ku ini. Padahal diriku ini hanya mengubah tataan rambut saja, dari model Harajuku style menjadi Buahduku style. Niatnya sih aku ingin memilih model yang seperti anak-anak muda zaman ini, kalau tak salah istilahnya ada Ek lemo- Ek lemonya. Tapi aku urungkan niatku karna aku teringat akan sebuah pepatah yang berbunyi ”Rambut itu adalah Mahkota Perempuan”, dan aku tak mau dikatakan Perempuan oleh pepatah tersebut, alias Banci...
            Namaku Albi, namaku memang aneh layaknya aku. Ibaratnya ditengah-tengah salju ada lumpur, karna hanya aku yang berkulit hitam dikeluargaku. Ibuku dulu pernah tak percaya kalau aku ini anaknya, walaupun dia melihat dengan mata kepala dan mata kakinya sendiri bahwa aku ini lahir dari rahimnya. Ukuran tubuhku bisa dibilang atletis, hanya sedikit kurang berisi. Umurku kini sudah menginjak 17 tahun, kata orang tua ini masa bersenang-senang para remaja. Tapi rasanya aku tak merasa demikian, karna ketahuilah kawan, hidupku selalu diiringi dengan kesenangan.
            Kini rambutku sudah terlanjur habis dimakan pisau cukur, dan hal itu tak begitu masalah bagiku. Sebab karna hal itu aku mendapat banyak pujian yang bisa juga dibilang celaan, dari bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada disekitar pekarangan rumahku. Apa lagi pada saat Ino berkomentar bahwa gaya rambutku lucu, aku semakin gila bukan kepayang. Akhirnya wanita idamanku mengajakku berbicara yang merupakan pekerjaan sangat jarang kami lakukan, walaupun kami satu sekolah, satu kelas, dan satu kelurahan.
            Ini malam pertama aku tidur tanpa ditemani sang rambut, kepalaku bergerak bebas kesana kemari. Angin berhembus menusuk-nusuk kepalaku, yang membuatku semakin terlelap dikesunyian malam. Namun ditengah-tengah perjalanan mimpi yang sangat kunikmati, Nada dering Hpku berbunyi. Aku langsung terbangun dan dengan terhuyung-huyung aku mencoba meraih Hpku ditas meja, kulihat sebentar dan ternyata itu hanyalah sebuah SMS. kemudian aku kembali ketempat asalku seharusnya berada dengan harapan melanjutkan mimpiku yang belum mencapai klimaks. Baru sekejap aku menutup mata, Hpku kembali berbunyi. Aku tak begitu menghiraukannya, karna aku sedang asyik dengan mimpi ini. Namun kini mimpiku telah berantakan jalan ceritanya, nada dering Hpku memasuki alam relaksasiku. Hpku terus berbunyi, dan itu sangat membuatku tak tenang hingga hampir saja kubanting Hp itu. Namun sebelum hal itu terjadi, aku kembali melihat sekilas Hpku ”Apakah ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan..!!”kataku pada si Hp. ”KhiaHaHaHaHaHa....” Hpku kembali berbunyi digenggaman tanganku, dan tanpa sempat mengedipkan mata dan menghembuskan nafas langsung saja kulempar Hp itu hingga menabrak dinding kamar. Melihat hal itu aku sedikit tersenyum licik dengan rasa puas, dan kembali berbaring ditempat idamanku ini.
            Matahari mulai naik sedikit demi sedikit mendaki bukit, aku masih tertidur pulas dan bermimpi sedang mencari kaset rekaman mimpiku semalam yg belum tamat. ”duk..duk..duk” terdengar bunyi langkah kaki seseorang sedang menuju kamarku. Aku segera mengakhiri mimpiku yg tak jelas itu, dan langsung meluncur kedalam kamar mandi. Aku kini sudah ahli dalam menghadapi urusan begituan, hingga Ibuku tak kan pernah lagi dapat menangkap basahku masih tertidur pulas diatas kasur. Setelah melakukan pekerjaan sehari-hariku menyetor pupuk dan membersihkan diri, aku keluar bersiap-siap berangkat pergi menuju tempat tahanan yang dipenuhi dengan peraturan-peraturan sangat menyebalkan. Ketika aku hendak mengambil ranselku, aku melihat puing-puing Hpku. ”sungguh malang nasibmu Nak, semoga engkau diterima di Sisi-Nya”,, ku raih kartu selularku dari puing-puing itu, dan aku segera melenyapkan diri dari pandangan si Hp menuju sekolah.
            ”Teng...Teng...Teng....” akhirnya pulang juga, saat-saat ini adalah waktu yang sangat ku idam-idamkan. Ditambah lagi hari ini Ino memintaku menemaninya berbelanja ke pusat kota, waktu ini sangat tepat untuk dapat lebih mengenal dirinya. Kebetulan aku juga ingin membeli pengganti si Hp yang telah tiada, yang niatnya sepulangnya berbelanja aku akan menguburkannya dihalaman belakang rumahku, tempat berkumpulnya almarhum-almarhum barangku dulu.
            Matahari sekian lama semakin menghilang di kedalaman lautan, pertanda untukku agar segera pulang. Hari ini berlalu tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya, aku hanya berdiam diri ketika Ino mengajakku bicara tadi. Aku takut orang-orang berpikir bahwa aku ini pacarnya, tapi aku juga malu pada diri sendiri. ”Kenapa aku harus takut jika orang-orang beranggapan demikian, bukankah itu yang selalu ku impikan setiap malam..!!” pikir ku sejenak.
Sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamarku yang berada di tingkat 2 untuk mengambil si Hp yang hampir terlupakan itu. Ku kumpulkan puing-puing itu dan ku masukkan kedalam sebuah peti kotak yang dulunya itu adalah tempat si Hp menunggu untuk ku beli, ”Andai saja kau tak bertindak begitu semalam, pasti sekarang kau berada didalam saku ini..” dengan rasa sedikit penyesalan aku lemparkan kotak itu kedalam lubang yang lumayan besar dibawah sana. lalu ku ambil sebuah kotak lain yang berada didalam ranselku, ku buka kotaknya dan kulihat. ”semoga kau tak bernasib sama seperti abang mu..” ku buka penutupnya dan ku masukkan kartu selularku yang dulu ku pakaikan pada si Hp.
Setelah ku aktifkankan dan terkejutnya aku, melihat puluhan SMS yang masuk dalam semalam. ku baca SMS itu dan kupahami isinya sejenak, ku baca berulang-ulang, kulihat no pengirimnya satu persatu... O.M.G, betapa terkejutnya aku.
”PERGILAH KE ARAH BARAT NEGERI PERTAMA, MAKA KAU AKAN MENEMUKAN JATI DIRIMU SEBENARNYA...!!! By: Si Boy”
 semua pesan itu berasal dari no yang sama. ”Heh..!!! Arah barat, negeri pertama, jati diri..”Pikirku sejenak... _- ) Hmmmzzzz,,, ”AFRIKA dong..!!!”
                                                ============
Tak mungkin masa depanku berada di Afrika, walaupun warna kulit ku sama seperti mereka tapi rambutku sangat berbeda. Namun itu dulu, sekarang aku memang mirip dengan mereka. Ah, apa yang sedang ku pikirkan, tak mungkin ini terjadi padaku. Aku masih betah disini, semua yang ku butuhkan ada disini. Ya Tuhan...!!! bagaimana ini bisa terjadi padaku.. tapi tenang, aku tak akan pernah pergi dari sini karena aku tak ingin pergi kesana. Layaknya pepatah ”sesuatu dapat dicapai berdasarkan Niat”, jadi kalau aku tak berniat kesana ya tak akan terwujud. ”Hahahaha..” diriku tertawa dalam hati. Lagian kalau dipikir-pikir betapa bodohnya aku memikirkan hal sepele seperti itu, tak ada gunanya pun.
            ”Aaaaaarrrggghhhhh.....” Malam ini sungguh mengenaskan. Aku bermimpi menjadi menu makan malam mereka, makhluk Afrika. Pagi ini aku bangun lebih cepat dari biasanya, aku tak bisa tidur dengan memikirkan hal itu. Huh, segera kutinggalkan semua itu, berangkat menuju sekolah. Tanpa makan dan mandi.
            Konsentrasi belajarku buyar,..... eh salah, maksudku konsentrasi membuat keributan buyar, entah kanapa ku terus memikirkan hal bodoh itu. Sudah kucoba menelpon nomor makhluk yg bernama si Boy, tapi selalu tak aktif. ”Drrrrtttt...Drrttttt...” ini dia getaran pesan si Hp, ku lihat
”MAAF CUY,, MAKSUD AWAK ARAH TIMUR.. POKOKNYA ELU HARUS PIGI KESANA, KALO NGAK PIGI BIAR AWAK YANG MENGIRIMMU KESANA...
By: Si B0y!!!”
Ah, lagi-lagi dia.





[Bersambung.....]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar